Bismillah...
Saya masih ingat ketika di Jepang dulu. Banyak penjual buah / sayuran yang meletakkan hasil panennya di luar rumahnya. Tidak lupa diberi tulisan harga dari kardus dan diletakkan kotak untuk menaruh uang. Layaknya swalayan, pembeli mengambil barang yang ingin dibeli, menghitung, dan menaruh uang di kotak yang sudah disediakan oleh penjual. Pembelipun tidak hanya dari kalangan orang tua. Anak-anak pun juga bisa membeli.
Uniknya, anak-anak di Jepang tidak "bandel" untuk mengambil buah maupun kotak uangnya. Mengapa bisa seperti itu?
Anak-anak di Jepang sejak dini sudah diajarkan tentang rasa empati. Ketika mereka ditanya tentang sikap jujur mereka pada penjual makanan yang berdagang dengan menggunakan sistem swalayan, jawabnya adalah “kalau kami tidak membayar, maka paman penjual akan rugi, dan kalau paman penjual rugi maka mereka tidak dapat lagi berdagang”.
Sehingga rasa empati harus diajarkan sejak dini.
No comments:
Post a Comment